UII Luncurkan Sekolah Lansia Pertama Berbasis Perguruan Tinggi di Indonesia
KOTAGEDE, (Yogyakarta). Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan Sekolah Lansia berbasis perguruan tinggi pertama di Indonesia. Peluncuran ini berlangsung di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Bumen RW 06, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, Rabu (26/2/2025).
Sekolah Lansia ini hadir sebagai solusi bagi lebih dari 1.000 lansia yang tinggal di Kelurahan Purbayan, termasuk 58 lansia yang memerlukan pendampingan rutin untuk perawatan jangka panjang. Peluncuran simbolik dilakukan dengan pengalungan samir kepada dua siswa lansia oleh Rektor UII, Fathul Wahid, dan Kepala BKKBN DIY, Muhammad Iqbal Apriansyah, SH, MPH.
UII Menjadi Pionir Sekolah Lansia Berbasis Perguruan Tinggi
Dalam sambutannya, Rektor UII, Fathul Wahid, menegaskan bahwa keberadaan sekolah lansia ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memahami potensi dan permasalahan sosial di masyarakat.
“Lansia ingin tetap mandiri dan tidak merepotkan orang lain. Jika ada ekosistem yang mendukung, maka semua orang dapat menua dengan nyaman karena merasa ada yang peduli,” ujar Fathul.
Fathul juga menekankan bahwa kebutuhan lansia akan interaksi sosial sangat penting. Ia berbagi pengalaman pribadinya saat masih tinggal di Bandung, di mana ia sering mengunjungi ibu kos hanya untuk mengobrol. “Saya tidak membawa oleh-oleh, tetapi saat pulang malah disangoni dan diberi kue. Lansia butuh teman ngobrol,” tambahnya.
Dukungan BKKBN dan Harapan Nasionalisasi Sekolah Lansia
Sementara itu, Kepala BKKBN DIY, Muhammad Iqbal Apriansyah, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Maharani ini menjadi sekolah lansia berbasis perguruan tinggi pertama di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi contoh yang diterapkan secara nasional.
“Di DIY sudah ada 16 Sekolah Lansia berbasis APBN, APBD, dan komunitas. Namun, yang berbasis perguruan tinggi baru kali ini hadir di Kalurahan Purbayan. Kami akan mengampanyekan agar konsep ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia,” kata Iqbal.
Iqbal menjelaskan bahwa Sekolah Lansia memiliki kurikulum yang terdiri dari 12 materi, yang akan diajarkan dalam 12 pertemuan. Umumnya, pertemuan diadakan sekali dalam sebulan. Dengan mengikuti sekolah ini, lansia mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, yang mana di rumah mereka sering kali merasa kesepian karena anak dan cucunya memiliki kesibukan masing-masing.
“Berdasarkan pengalaman dari beberapa Sekolah Lansia, kondisi siswanya mengalami perubahan yang sangat positif. Mereka menjadi lebih ceria, lebih banyak berbicara, dan lebih terbuka. Bahkan secara fisik, mereka mulai aktif bergerak, karena dalam kurikulum terdapat materi olahraga seperti senam lansia,” jelas Iqbal.
Expo KKN Tematik dan Peran Mahasiswa UII dalam Pemberdayaan Lansia
Peluncuran Sekolah Lansia Maharani ini juga bertepatan dengan Expo KKN Tematik Pendampingan Layanan Lansia Terintegrasi (LLT). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UII dalam rangka Milad ke-82 universitas tersebut.
Fathul menjelaskan bahwa KKN Tematik UII telah menjangkau lebih dari 100 desa di enam hingga tujuh kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya mengajar tetapi juga mengidentifikasi potensi dan masalah di setiap desa untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.
“Kami selalu melihat desa sebagai mitra, bukan sebagai objek binaan. Kami ingin berkembang bersama masyarakat, dengan memahami potensi dan tantangan yang ada di desa tersebut,” ujar Fathul.
Harapan untuk Masa Depan Sekolah Lansia
Peluncuran Sekolah Lansia Maharani menjadi langkah awal bagi UII dalam membangun ekosistem yang ramah lansia. Dengan adanya dukungan dari perguruan tinggi dan pemerintah, diharapkan program ini dapat diperluas ke daerah lain di Indonesia.
“Kami berharap sekolah ini bisa menjadi model bagi daerah lain. Karena kita semua akan menjadi lansia suatu hari nanti, penting bagi kita untuk menyiapkan lingkungan yang peduli dan mendukung,” pungkas Fathul.
Dengan adanya Sekolah Lansia Maharani, diharapkan para lansia di Purbayan dan sekitarnya mendapatkan ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kualitas hidup mereka di usia senja.
(Widodo)
Foto:

Pengalungan samir dan tanda siswa Sekolah Lansia oleh Rektor UII kepada 2 orang perwakilan siswa Sekolah Lansia Maharani usia pemukulan gong (Foto: Widodo)
SUBMISSION OF OUTPUTS AND REPORTS FOR OFFLINE KKN BATCH 70 EVEN SEMESTER ACADEMIC YEAR 2024/2025 ISLAMIC UNIVERSITY OF INDONESIA
SUBMISSION OF OUTPUTS AND REPORTS FOR OFFLINE KKN BATCH 70
EVEN SEMESTER ACADEMIC YEAR 2024/2025
ISLAMIC UNIVERSITY OF INDONESIA
ANNOUNCEMENT
No: 413/Dir.DPPM/80/DPPM/III/2025
Regarding:
Submission of Outputs and Reports for Offline KKN Batch 70
Even Semester Academic Year 2024/2025
Islamic University of Indonesia
To facilitate the submission process of the reports and deliverables for Regular and Thematic KKN Batch 70, we hereby inform field supervisors and students that the submission of reports and outputs can be done through:
https://bit.ly/laporan-luaran-kkn-uii70
The procedures for preparing the outputs and reports shall refer to the KKN Guideline Book for Batch 70, Even Semester, Academic Year 2024/2025.
The final deadline for submission is Friday, March 7, 2025. All outputs and reports uploaded by students must have been approved by their respective field supervisors.
This announcement is hereby made for your attention and compliance.
Yogyakarta, February 28, 2025
Director of DPPM
Signed
Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU.
PENGUMPULAN LUARAN DAN LAPORAN KKN LURING ANGKATAN 70 SEMESTER GENAP TA. 2024/2025 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
PENGUMPULAN LUARAN DAN LAPORAN KKN LURING ANGKATAN 70 SEMESTER GENAP TA. 2024/2025 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
PENGUMUMAN
No:413/Dir.DPPM/80/DPPM/III/2025
Tentang:
PENGUMPULAN LUARAN DAN LAPORAN KKN LURING ANGKATAN 70
SEMESTER GENAP TA. 2024/2025 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
Untuk mempermudah pengumpulan laporan dan luaran KKN Reguler & Tematik Angkatan 70, dengan ini diinformasikan kepada dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa bahwa pengumpulan laporan dan luaran dapat dilakukan melalui:
https://bit.ly/laporan-luaran-kkn-uii70
Adapun tata cara penyusunan luaran dan laporan mengacu pada buku pedoman KKN angkatan 70 semester genap TA 2024/2025.
Pengumpulan paling lambat Jum’at, 7 Maret 2025. Luaran dan laporan yang diunggah mahasiswa sudah disetujui dosen pembimbing.
Demikian pengumuman ini dibuat untuk menjadi perhatian.
Yogyakarta, 28 Februari 2025
Direktur DPPM
Tttd
Prof. Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D., IPU.
UII Students Create Optimization Tool for Waste Incinerators
UII Students Create Optimization Tool for Waste Incinerators
KOTAGEDE – Students from Universitas Islam Indonesia (UII) have developed an innovative optimization device for waste incinerators. This breakthrough was created by Abrar Radhitya Widyatmoko, Alvin Dhavi Juliano, Amin Sulaiman, and Muhammad Syahdan Sigit Maulana, who come from the Environmental Engineering, Mechanical Engineering, Industrial Engineering, and Chemical Engineering programs at UII. The team was part of the UII Community Service (KKN) Program Period 70, under the Thematic Program for Integrated Elderly Care Services, held in Purbayan Subdistrict, Kotagede.
Abrar explained that the idea emerged after observing that most incinerators still experience problems managing residual combustion smoke. Uncontrolled emissions not only disturb public comfort but also pose significant health risks. To address this issue, the team designed an additional chimney equipped with a filtration system to reduce hazardous emissions produced during waste incineration.
The device operates on a simple yet effective concept. The auxiliary chimney is constructed with a downward bend, where two activated carbon filters are installed at the end to filter out the smoke. The process begins when smoke from the incineration enters the chimney and passes through the air filtration system. The activated carbon filters are capable of capturing harmful substances such as dioxins, hydrogen sulfide, hydrogen chloride, ammonia, and mercaptans, achieving up to 99% filtration efficiency. Once filtered, the cleaner air is released back into the environment.
In addition to providing environmental benefits, the innovation also responds to social challenges in waste management. In line with government regulations, waste must now be managed communally and may no longer be discarded individually. This has led to financial burdens for residents who must pay for waste collection services. With this more environmentally friendly incinerator, communities can manage their waste independently while minimizing pollution.
The optimization device is made using iron plate materials with an estimated production cost of approximately IDR 700,000 (around USD 45) per unit. The student team hopes the tool will provide a practical solution for communities dealing with air pollution from waste burning.
“We hope this device will offer real benefits and help the community manage their waste more safely and efficiently,” said Abrar.
The filtration unit was officially handed over at the conclusion of KKN UII Period 70 Thematic LLT, on Thursday, February 27, 2025. The handover was made to Mr. Siswanto, Head of Kampung Purbaya, and Mr. Arif, Head of RW 14, at the local waste collection point (TPS) in Kampung Purbayan. Local residents warmly welcomed the innovation and expressed hope that UII KKN students would continue to make meaningful contributions in waste management and environmental conservation.
(Widodo HP)
Photo Caption:
UII Rector visits the student innovation stand showcasing the Waste Incinerator Optimization Tool at the UII KKN Period 70 Thematic LLT Expo in Purbayan (Photo: Widodo)
UII Launches Indonesia’s First University-Based Elderly School
UII Launches Indonesia’s First University-Based Elderly School
KOTAGEDE, Yogyakarta – Universitas Islam Indonesia (UII), in collaboration with the National Population and Family Planning Agency (BKKBN) of the Special Region of Yogyakarta (DIY), officially launched the first university-based elderly school in Indonesia. The launching ceremony was held at the Public Green Open Space (RTHP) Bumen RW 06, Purbayan Subdistrict, Kotagede District, Yogyakarta City, on Wednesday, February 26, 2025.
This Elderly School was established as a solution for the more than 1,000 elderly residents living in Purbayan, including 58 seniors requiring regular assistance for long-term care. The symbolic inauguration was marked by the presentation of ceremonial sashes to two elderly students by UII Rector Fathul Wahid and Muhammad Iqbal Apriansyah, SH, MPH, Head of BKKBN DIY.
UII Becomes Pioneer of University-Based Elderly School
In his remarks, UII Rector Fathul Wahid emphasized that the establishment of this elderly school reflects the university’s commitment to understanding social issues and potentials within the community.
“Elderly people want to remain independent and not be a burden to others. With a supportive ecosystem, everyone can age gracefully, feeling cared for,” said Fathul.
He also highlighted the importance of social interaction for the elderly. Sharing a personal experience from his time living in Bandung, he recounted how he frequently visited his landlady just for a chat.
“I didn’t bring any gifts, yet I was always sent home with food and snacks. Elderly people need someone to talk to,” he added.
BKKBN Support and Hopes for Nationwide Replication
Head of BKKBN DIY, Muhammad Iqbal Apriansyah, stated that Sekolah Lansia Maharani is the first elderly school in Indonesia to be run by a university and expressed hope that it could serve as a national model.
“There are already 16 elderly schools in DIY funded by state and regional budgets, and community initiatives. However, this is the first initiated by a university, located in Kalurahan Purbayan. We plan to promote this model for nationwide implementation,” said Iqbal.
He explained that the school curriculum consists of 12 learning modules delivered in 12 sessions, typically held once a month. Through this program, elderly participants have the opportunity to engage with peers, especially since many of them experience loneliness at home due to the busy lives of their children and grandchildren.
“From previous experiences with other elderly schools, we’ve seen very positive changes. Participants become more cheerful, talkative, and open. Physically, they are more active too, especially through sessions like elderly-friendly exercise classes,” he noted.
Thematic KKN Expo and UII Students’ Role in Elderly Empowerment
The launching of Sekolah Lansia Maharani also coincided with the Thematic KKN Expo on Integrated Elderly Care Services (LLT), part of UII’s community service programs in celebration of its 82nd anniversary.
Fathul shared that UII’s Thematic KKN has reached over 100 villages in six to seven regencies across Central Java and Yogyakarta. In this program, students are not only educators but also community partners who identify local potentials and challenges to design sustainable solutions.
“We always regard villages as partners, not as passive beneficiaries. Our goal is to grow together by understanding and supporting their strengths and needs,” he said.
A Vision for the Future of Elderly Education
The launch of Sekolah Lansia Maharani marks UII’s initial step in creating an elderly-friendly ecosystem. With ongoing support from higher education institutions and the government, it is hoped that similar schools can be established across Indonesia.
“We hope this school becomes a model for other regions. Since we will all become elderly someday, it is vital to prepare a caring and supportive environment,” concluded Fathul.
Through Sekolah Lansia Maharani, it is hoped that the elderly in Purbayan and surrounding areas will have access to meaningful learning, social engagement, and improved quality of life in their golden years.
(Widodo)
Photo Caption:
Ceremonial presentation of sashes to two elderly representatives of Sekolah Lansia Maharani by UII Rector, marking the official launch (Photo: Widodo)
Mahasiswa UII Ciptakan Alat Optimasi Mesin Pembakar Sampah
KOTAGEDE – Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) menciptakan inovasi baru berupa alat optimasi untuk mesin pembakar sampah atau insinerator. Inovasi ini dikembangkan oleh Abrar Radhitya Widyatmoko, Alvin Dhavi Juliano, Amin Sulaiman, dan Muhammad Syahdan Sigit Maulana, yang berasal program studi Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Industri, dan Teknik Kimia UII. Mereka tergabung dalam KKN UII Periode 70 Tematik Layanan Lansia Terintegrasi Kelurahan Purbayan, Kotagede.
Abrar menjelaskan bahwa ide pengembangan alat ini muncul setelah mereka menemukan bahwa hampir semua mesin insinerator masih memiliki kendala dalam menangani residu asap pembakaran. Asap yang tidak terkontrol dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta berpotensi membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, mereka merancang cerobong tambahan yang dilengkapi sistem filtrasi guna mengurangi emisi berbahaya dari pembakaran sampah.
Alat ini memiliki konsep kerja yang sederhana namun efektif. Cerobong tambahan dirancang dengan arah belokan ke bawah, di mana pada bagian ujungnya terdapat dua filter karbon aktif yang berfungsi untuk menyaring asap. Prosesnya dimulai dengan asap dari pembakaran sampah yang masuk ke dalam cerobong, lalu melewati sistem filtrasi udara yang mengandung filter karbon aktif. Filter ini mampu menangkap zat berbahaya seperti dioksin, hidrogen sulfida, hidrogen klorida, amoniak, dan merkaptan dengan tingkat efisiensi hingga 99%. Setelah melalui proses penyaringan, udara yang lebih bersih dilepaskan kembali ke lingkungan.
Selain memberikan manfaat lingkungan, inovasi ini juga menjawab persoalan sosial dalam pengelolaan sampah. Sesuai peraturan pemerintah, sampah harus dikelola secara komunal dan tidak boleh lagi dibuang secara individu. Hal ini menimbulkan kendala biaya bagi masyarakat karena harus membayar jasa penggerobak sampah. Dengan adanya insinerator yang lebih ramah lingkungan, masyarakat dapat mengelola sampah secara mandiri dengan dampak pencemaran yang lebih rendah.
Pembuatan alat optimasi ini menggunakan bahan plat besi dengan estimasi biaya produksi sekitar Rp 700.000 per unit. Tim mahasiswa berharap alat ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam menangani pencemaran udara akibat pembakaran sampah. “Kami berharap alat ini bisa memberikan manfaat dan membantu masyarakat dalam mengelola sampah dengan lebih aman serta efisien,” kata Abrar.
Alat filtrasi ini diserahkan pada akhir pelaksanaan KKN UII Periode 70 Tematik LLT, tepatnya pada Kamis, 27 Februari 2025. Penyerahan dilakukan kepada Bapak Siswanto selaku Ketua Kampung Purbaya dan Pak Arif selaku Ketua RW 14 di TPS Kampung Purbayan. Warga setempat menyambut baik inovasi ini dan berharap mahasiswa KKN UII terus memberikan kontribusi nyata dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.
(Widodo HP)
Rektor UII meninjau stand Inovasi Alat Optimasi Mesin Pembakaran Sampah di Ekspo KKN UII Periode 70 Tematik LLT di Purbayan (Foto: Widodo)
UII Luncurkan Sekolah Lansia Pertama Berbasis Perguruan Tinggi di Indonesia
UII Luncurkan Sekolah Lansia Pertama Berbasis Perguruan Tinggi di Indonesia
KOTAGEDE, (Yogyakarta). Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan Sekolah Lansia berbasis perguruan tinggi pertama di Indonesia. Peluncuran ini berlangsung di Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) Bumen RW 06, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Kota Yogyakarta, Rabu (26/2/2025).
Sekolah Lansia ini hadir sebagai solusi bagi lebih dari 1.000 lansia yang tinggal di Kelurahan Purbayan, termasuk 58 lansia yang memerlukan pendampingan rutin untuk perawatan jangka panjang. Peluncuran simbolik dilakukan dengan pengalungan samir kepada dua siswa lansia oleh Rektor UII, Fathul Wahid, dan Kepala BKKBN DIY, Muhammad Iqbal Apriansyah, SH, MPH.
UII Menjadi Pionir Sekolah Lansia Berbasis Perguruan Tinggi
Dalam sambutannya, Rektor UII, Fathul Wahid, menegaskan bahwa keberadaan sekolah lansia ini merupakan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam memahami potensi dan permasalahan sosial di masyarakat.
“Lansia ingin tetap mandiri dan tidak merepotkan orang lain. Jika ada ekosistem yang mendukung, maka semua orang dapat menua dengan nyaman karena merasa ada yang peduli,” ujar Fathul.
Fathul juga menekankan bahwa kebutuhan lansia akan interaksi sosial sangat penting. Ia berbagi pengalaman pribadinya saat masih tinggal di Bandung, di mana ia sering mengunjungi ibu kos hanya untuk mengobrol. “Saya tidak membawa oleh-oleh, tetapi saat pulang malah disangoni dan diberi kue. Lansia butuh teman ngobrol,” tambahnya.
Dukungan BKKBN dan Harapan Nasionalisasi Sekolah Lansia
Sementara itu, Kepala BKKBN DIY, Muhammad Iqbal Apriansyah, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Maharani ini menjadi sekolah lansia berbasis perguruan tinggi pertama di Indonesia dan diharapkan dapat menjadi contoh yang diterapkan secara nasional.
“Di DIY sudah ada 16 Sekolah Lansia berbasis APBN, APBD, dan komunitas. Namun, yang berbasis perguruan tinggi baru kali ini hadir di Kalurahan Purbayan. Kami akan mengampanyekan agar konsep ini bisa diterapkan di seluruh Indonesia,” kata Iqbal.
Iqbal menjelaskan bahwa Sekolah Lansia memiliki kurikulum yang terdiri dari 12 materi, yang akan diajarkan dalam 12 pertemuan. Umumnya, pertemuan diadakan sekali dalam sebulan. Dengan mengikuti sekolah ini, lansia mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebaya, yang mana di rumah mereka sering kali merasa kesepian karena anak dan cucunya memiliki kesibukan masing-masing.
“Berdasarkan pengalaman dari beberapa Sekolah Lansia, kondisi siswanya mengalami perubahan yang sangat positif. Mereka menjadi lebih ceria, lebih banyak berbicara, dan lebih terbuka. Bahkan secara fisik, mereka mulai aktif bergerak, karena dalam kurikulum terdapat materi olahraga seperti senam lansia,” jelas Iqbal.
Expo KKN Tematik dan Peran Mahasiswa UII dalam Pemberdayaan Lansia
Peluncuran Sekolah Lansia Maharani ini juga bertepatan dengan Expo KKN Tematik Pendampingan Layanan Lansia Terintegrasi (LLT). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa UII dalam rangka Milad ke-82 universitas tersebut.
Fathul menjelaskan bahwa KKN Tematik UII telah menjangkau lebih dari 100 desa di enam hingga tujuh kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya mengajar tetapi juga mengidentifikasi potensi dan masalah di setiap desa untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.
“Kami selalu melihat desa sebagai mitra, bukan sebagai objek binaan. Kami ingin berkembang bersama masyarakat, dengan memahami potensi dan tantangan yang ada di desa tersebut,” ujar Fathul.
Harapan untuk Masa Depan Sekolah Lansia
Peluncuran Sekolah Lansia Maharani menjadi langkah awal bagi UII dalam membangun ekosistem yang ramah lansia. Dengan adanya dukungan dari perguruan tinggi dan pemerintah, diharapkan program ini dapat diperluas ke daerah lain di Indonesia.
“Kami berharap sekolah ini bisa menjadi model bagi daerah lain. Karena kita semua akan menjadi lansia suatu hari nanti, penting bagi kita untuk menyiapkan lingkungan yang peduli dan mendukung,” pungkas Fathul.
Dengan adanya Sekolah Lansia Maharani, diharapkan para lansia di Purbayan dan sekitarnya mendapatkan ruang untuk belajar, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kualitas hidup mereka di usia senja.
(Widodo)
Foto:
Pengalungan samir dan tanda siswa Sekolah Lansia oleh Rektor UII kepada 2 orang perwakilan siswa Sekolah Lansia Maharani usia pemukulan gong (Foto: Widodo)
Materi Workshop dan Klinik Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat DPPM bagi Dosen Universitas Islam Indonesia Tahun 2025
Webinar Penggunaan Trinka AI Bagi Civitas Akademika UII
Sosialisasi Program dan Pembukaan Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Internal DPPM 2025
PENERIMAAN PROPOSAL BARU HIBAH PENELITIAN & PENGABDIAN MASYARAKAT PENDANAAN TAHUN 2025
Bapak/Ibu Dosen
Di Lingkungan Universitas Islam Indonesia
Yogyakarta
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dalam rangka pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi, maka Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia membuka Penerimaan Proposal Baru Hibah Penelitian & Pengabdian Masyarakat Pendanaan Tahun 2025. Adapun jadwal pengusulan proposal sebagai berikut:
Sehubungan hal tersebut kami sampaikan informasi kepada Bapak/Ibu Dosen Universitas Islam Indonesia. Panduan & pengusulan proposal dapat diakses melalui website https://simppm.uii.ac.id, login menggunakan akun UII Gateway atau dapat menghubungi sekretariat DPPM UII melalui WhatsApps 081328751170 untuk permintaan akun.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Yogyakarta, 4 Februari 2025
Direktur DPPM UII
Ttd
Ir. Eko Siswoyo, S.T., M.Sc.ES., Ph.D.
Jadwal Pengusulan
5-
24 Februari 2025DIPERPANJANG s/d Jum’at 28 Februari 2025