Mahasiswa KKN UII Ciptakan GEULIS V2

Kern Cesarean Ahnaf dengan Modul Inovasi GEULIS V2 ciptaannya (Foto: Widodo)

KOTAGEDE (UII News). Sebuah inovasi sederhana untuk membantu meminimalkan potensi kegawatdaruratan ataupun mengirimkan notifikasi emergency lansia (terutama lansia yang tinggal sendiri) kepada anggota keluarganya (yang mungkin bertempat tinggal terpisah atau agak jauh) berhasil diciptakan oleh salah satu Mahasiswa Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII), Kern Cesarean Ahnaf saat mengikuti kegiatan KKN UII Tematik Program Layanan Lansia Terintegrasi (LLT) dimana pelaksanaan kegiatannya bekerjasama dengan Pemerintah Kota Yogyakarta, 7 Rajab-9 Sya’ban 1445 H/19 Januari – 19 Februari 2024.

Kern Cesarean Ahnaf atau akrab disapa Kern tergabung di unit 1 untuk KKN LLT wilayah RK. Gedongan, Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede. Ide pembuatan alat bantu berbasis IoT (Internet of Things) dalam bentuk gelang tersebut berawal dari hasil observasi Kern di awal kegiatan KKN LLT dimana dari 177 lansia di RK Gedongan (Purbayan) terdapat 12 lansia yang tinggal sendiri tanpa ada pendampingan dari pihak keluarga.

Kondisi tersebut menurutnya berpotensi menimbulkan permasalahan serius akan kegawatdaruratan pada lansia yang tidak diketahui oleh siapapun.

“Berangkat dari permasalahan tersebut, penggunaan IoT merupakan suatu solusi yang menjanjikan. Nantinya setiap lansia akan dibekali dengan perangkat IoT berbentuk gelang yang apabila teraktifkan (baca: ditekan tombolnya) akan mengirimkan notifikasi kegawatdaruratan melalui WhatsApp (WA)”, tuturnya.

Selain notifikasi, menurut Kern masih ada beberapa fitur yang bisa ditambahkan pada gelang GEULIS tersebut, seperti deteksi lokasi, deteksi jatuh, kartu SIM, aplikasi khusus ataupun perancangan BOT khusus untuk gelang GEULIS.

Meski masih sederhana, Kern berharap agar inovasinya bisa lebih disempurnakan dan juga diproduksi secara masal untuk membantu para lansia yang tinggal sendiri di seluruh Indonesia.

Widodo