SEMINAR NASIONAL Seri 8 Mewujudkan Masyarakat Madani dan Lestari


 

1. Pendahuluan

Masyarakat madani masih merupakan sebuah proses dalam rangka reformasi. Masyakat madani adalah masyarakat yang mampu mengisi ruang publik sehingga dapat menjadi bumper kekuasaan negara yang berlebihan. Dalam pemikiran reformasi ini masyrakat madani merupakan tujuan pemerintah demokrasi. Masyarakat madani merupakan konsep yang memiliki banyak arti atau sering diartikan dengan makna yang berbeda-beda. Nah dengan adanya berbagai pendapat tentang pengertian masyarakat madani, maka perlu kita pahami ciri-ciri dari Masyarakt Madani seperti yang diungkapkan oleh Bahmuller (1977):

  1. Terintegritasnya individu-individu dan kelompok-kelompok eksklusif ke dalam masyarakat melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
  2. Menyebarkan kekuasaan, sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
  3. Dilengkapinya program-program pembangunan yang didomisani oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
  4. Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu mkemberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.
  5. Tumbuh kembangnya kreatifitas yang pada mulanya terhambat oleh rezim-rezim totaliter.
  6. Meluasnya kesetiaan (loyality) dan kepercayaan (trust), sehingga individu-individu mengakui keterlibatan dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.
  7. Adanya pembebasan masyarakat melelui kegiatan lembaga-lembaga sosial dengan berbagai ragam perspektif.

Dalam hal ini, pemerintahannya memberikan peluang yang seluas-luasnya bagi kreatifitas warga negara untuk mewujudkan program-program pembangunan di wilayahnya. Namun demikian, masyarakat madani bukanlah masyarakat yang terbentuk begitu saja. Masyarakat madani adalah konsep yang dibentuk dari proses sejarah yang panjang dan memerlukan perjuangan yang terus-menerus. Apabila kita kaji masyarakat dinegara-negara maju yang sudah dikatakan sebagai masyarkat madani dan lestari seperti berikut :

  1. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, kelompok dalam masyarakat.
  2. Berkembangnya modal manusia (human capital) yang kondusif bagi terbentuknya kemampuan melaksanakan tugas-tugas kehidupan dan terjalinnya kepercayaan dan telasi sosial antar kelompok.
  3. Tidak adanya diskriminasi dalam berbagai bidang pembangunan dengan kata lain terbuka akses terhadap berbagai pelayanan sosial.
  4. Adanya hak, kemampuan, dan kesempatan bagi masyarakat serta lembaga-lembaga swadaya untuk terlibat dalam berbagai forum dimana isu-isu kepentingan bersama dan kewajiban publik dapat dikembangkan.
  5. Adanya kohesifitas (keterpaduan) antar kelompok dalam masyarkat serta tumbuhnya sikap saling menghargai perbedaan antarbudaya dan kepercayaan.
  6. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.
  7. Adanya jaminan, kepastian, dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antarmereka secara teratur, terbuka, dan terpercaya.

Saat ini, perkembangan UII diarahkan menuju perguruan tinggi yang memenuhi standar internasional (WorldClass University).Dalam rangka menunaikan agenda Dharma Perguruan Tinggi, UII mengembangkan sinergi antara kegiatan penelitian dan pengabdian pada masyarakat melalui bidang-bidang unggulan dan strategis untuk akselerasi menuju Research University sebagaimana dituangkan dalam buku Rencana Startegis Penelitian dan Pengabdian UII 2016 – 2020 (RENSTRA UII 2016-2020).

RENSTRA UII adalah sebuah pedoman dan arahan kebijakan bagi pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang telah digariskan oleh UII. Penyusunan RENSTRA ini berlandaskan lima aspek utama, yaitu Visi dan Misi UII, riwayat perkembangan dan capaian, peran unit kerja pengelola, potensi sumber daya, dan pengembangan kapasitas.

RENSTRA UII memiliki orientasi menuju Peningkatan Kehidupan Masyarakat Madani dan Lestari(baldatun thoyibatun wa-robbun ghofur) yang selaras dengan cita-cita luhur para pendiri UII. Adapun fokus pengembangannya tertuang dalam 7 peta jalan (road-map) bidang-bidang unggulan, yaitu:

  1. Pengembangan Model Peningkatan Kualitas Hidup Islami
  2. Sistem Penyelenggaraan Negara Anti Kejahatan Kemanusiaan Berbasis Keadilan
  3. Pengembangan Industri Ekonomi Kreatif Berbasis Wirausaha dan Etika Berdaya Saing Global
  4. Pengembangan Permukiman yang Cerdas, Lestari, dan Tanggap Bencana
  5. Pengembangan Virtual Environment (VE) untuk Pendidikan, Pemerintahan, dan Bisnis
  6. Pengembangan Teknologi Kesehatan untuk Pencegahan, Diagnostik, dan Terapeutik
  7. Pengembangan Minyak Atsiri dan Fitofarmaka untuk Peningkatan Kesehatan

2. Maksud dan Tujuan

Pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional dengan Tema: “Mewujudkan Masyarakat Madani dan Lestari” ini mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut:

  1. Menyediakan media publikasi ilmiah tingkat nasional kepada dosen/peneliti/pengabdi dalam rangka publikasi hasil penelitian/ pengabdiannya;
  2. Memberikan informasi dan pengetahuan seluas-luasnya kepada masyarakat terkait berbagai hasil penelitian terbaru yang dilakukan dosen/peneliti;
  3. Membangun jaringan kerja (networking) di antara komunitas ilmuwan dalam pengembangan kapasitas penelitian/Pengabdian dan publikasi di jurnal nasional maupun internasional;
  4. Memantapkan peran perguruan tinggi dalam rangka Peningkatan Kehidupan Masyarakat yang Madani dan Lestari.

3. Target Pencapaian

Target yang ingin dicapai dari pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional berupa Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian/Pengabdian dengan Tema: “Mewujudkan Masyarakat Madani dan Lestari” ini adalah sebagai berikut:

  1. Berbagai hasil penelitian/pengabdian yang dihasilkan oleh para dosen/peneliti/pengabdi dapat terpublikasi secara luas di tingkat nasional;
  2. Masyarakat luas di tingkat nasional dapat secara langsung mengambil manfaat dari berbagai informasi dan temuan hasil penelitian/pengabdian yang dipublikasikan dalam seminar nasional ini;
  3. Peserta dan pemakalah seminar nasional ini dapat saling berinteraksi secara berkelanjutan baik di dalam prosesi seminar maupun setelah seminar untuk mempererat jalinan kerjasama ilmiah antar dosen/peneliti di tingkat nasional;
  4. Di tingkat awal setidaknya, perguruan tinggi dapat mewujudkan peranannya secara langsung dalam rangka Peningkatan Kehidupan Masyarakat yang Madani dan Lestari.

4. Jenis Kegiatan dan Sub Tema Call for Paper

Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pengembangan dari program kerja Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UII. Hal ini selain untuk memberikan dorongan kepada para dosen/peneliti/pengabdi untuk melakukan publikasi di forum ilmiah nasional dengan harapan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat secara luas.

Adapun sub tema untuk Call for Paper yang akan dipresentasikan dalam Kelas Paralel dan akan dimasukkan dalam Prosiding Seminar Nasional ini disesuaikan dengan Rencana Startegis Penelitian dan Pengabdian UII 2016 – 2020 (RENSTRA UII 2016-2020). yang memiliki 7 tema Bidang Unggulan, yakni;

  1. Pengembangan Model Peningkatan Kualitas Hidup Islami;
  2. Sistem Penyelenggaraan Negara Anti Korupsi dan Berbasis Keadilan;
  3. Pengembangan Wirausaha Industri Kreatif berbasis Syariah;
  4. Pengembangan Kawasan Permukiman yang Terintegrasi, Hijau dan Tanggap Bencana;
  5. Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pendidikan dan Good-Governance;
  6. Pengembangan Teknologi Kesehatan untuk Pencegahan, Diagnostic dan Terapeutik;
  7. Pengembangan Minyak Atsiri dan Fitofarmaka untuk Peningkatan Kesehatan.

5. Batas Waktu Pengiriman Makalah

Makalah yang dikirimkan ke Alamat Redaksi Panitia Seminar Nasional ini harus sesuai dengan salah satu dari 7 tema bidang unggulan tersebut, pengiriman makalah tahap pertama dibuka 1 Maret – 30 April 2018 jam 15.00 WIB., dikirim via email: penelitian@uii.ac.id

Makalah ditulis dengan mengikuti template yang dapat diunduh di https://s.id/TemplateMakalahSemnasUII2018   atau (Klik Disni)

6. Pendaftaran

Peserta PEMAKALAH dan NON PEMAKALAH  Wajib mengisi Formulir Pendaftaran Online melalui url berikut: http://s.id/semnasUII2018

7. Kontak Person

08170436061 (Feris Firdaus, M.Sc)

081328751170 (Mei Nurvitasari)

Sekretariat DPPM UII, Komplek Masjid Ulil Albab Lt.3,

Kampus UII Terpadu, Jl. Kaliurang km.14,5 Yogyakarta.

8. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Seminar Nasional berupa Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian/Pengabdian dengan Tema:“Mewujudkan Masyarakat Madani dan Lestari” ini akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal             : Selasa, 28 Agustus 2018

Tempat                        : Eastparc Hotel Yogyakarta ( Maps )

Pukul                           : 08.00-15.00 WIB

9. Sasaran Peserta

Target sasaran dari kegiatan Seminar Nasional berupa Diseminasi Hasil-Hasil Penelitian/Pengabdian dengan Tema: “Mewujudkan Masyarakat Madani dan Lestari” ini adalah para dosen dan/atau peneliti/pengabdi dari PTN dan PTS, Komunitas LSM, Instansi Pemerintahan, industri, dan mahasiswa pasca sarjana (S2 atau S3) yang ada di Indonesia.

10. Fasilitas Peserta

Fasilitas yang disediakan panitia bagi peserta Seminar Nasional adalah sebagai berikut:

  1. Sertifikat
  2. Seminar kit

Download Template Makalah semnasUII2018 || Download Poster dan Brosur

Formulir Pendaftaran Online

Prosiding Seminar Nasional Seri 8 “Mewujudkan Masyarakat Madani dan Lestari”

‘Astro’ Sumber Energi Alternatif Kincir Tambak Udang

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 56 yang ditempatkan di Desa Jogoboyo dan Gedangan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, merancang alat Aerator Storage (Astro). Alat tersebut menjadi umber energi listrik alternatif untuk menggerakan kincir tambak udang.

Astro dirancang gabungan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro dan Teknik Mesin. “Hasil kajian kami, salah satu kendala budidaya udang adalah penyediaan energi untuk menghidupkan kincir air. Kincir sangat vital dalam budidaya, tidak ada alat itu, udang akan mati,” ujar mahasiswa Teknik Elektro UII, Akhid, kepada KRJOGJA.com, Senin (19/02/2018).

Kebanyakan petambak di Jogoboyo dan Gedangan mengandalkan mesin diesel berbahan bakar solar untuk mengoperasikan kincir. Biaya pembelian bahan bakar untuk satu tambak setiap kali musim tanam, rata-rata Rp 5 juta – Rp 6 juta.

Mereka belum menggunakan kincir listrik karena aliran dari PLN sering padam. Apabila listrik padam dan kincir tidak hidup dalam beberapa jam, katanya, udang stres serta mengalami gangguan pertumbuhan.

Padahal penggunaan kincir listrik dinilai mampu menghemat biaya. “Perhitungan kami dan hasil pengamatan pada petambak yang sudah gunakan listrik, beban energi hanya Rp 2,5 juta – Rp 3 juta permusim,” ungkapnya.

Mahasiswa Teknik Mesin UII Fhendri menambahkan, Astro memiliki akumulator untuk menyimpan energi ketika aliran listrik PLN menyala. Alat dilengkapi Automatic Transfer Switch (ATS) sehingga akumulator otomatis menyuplai energi untuk menggerakkan kincir ketika listrik PLN padam. (Jas)

Sumber : http://krjogja.com/web/news/read/58359/Astro_Sumber_Energi_Alternatif_Kincir_Tambak_Udang

Workshop Pengembangan Metodologi Penelitian untuk Pustakawan dan Laboran

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII mengadakan kegiatan dengan tema “Workshop Pengembangan Metodologi Penelitian untuk Pustakawan dan Laboran” pada hari Rabu, 21 Februari 2018 bertempat di Ruang Sidang DPPM UII dengan Pembicara oleh Dr. Yulianto P Prihatmaji, Dr. Sahabudin Sidiq & Dr. Arif Hidayat Berikut materi workshop terlampir.

Download File:

  1. Materi 1 (Dr. Sahabudin Sidiq)
  2. Materi 2 (Dr. Arif Hidayat)

Pemberitahuan Bantuan Dana Penelitian DIPA Kopertis V Yogyakarta Tahun 2018

Kopertis Wilayah V Yogyakarta pada tahun anggaran 2018, mengalokasikan dana untuk bantuan penelitian bagi dosen tetap perguruan tinggi swasta sebanyak 200 judul @Rp5.000.000,- (Lima Juta Rupiah).

Adapun informasi detail surat persyaratan pengajuan proposal bentuan penelitian terlampir.

Download File:
1. Surat Pemberitahuan Kopertis Wilayah V

Workshop Pengembangan Metodologi Penelitian untuk Dosen Pemula

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII mengadakan kegiatan dengan tema “Workshop Pengembangan Metodologi Penelitian untuk Dosen Pemula” pada hari Rabu, 14 Februari 2018 bertempat di Ruang Sidang DPPM UII dengan Pembicara oleh Dr. Yulianto P Prihatmaji, Dr. Sahabudin Sidiq & Dr. Arif Hidayat Berikut materi workshop terlampir.

Download File:

  1. Materi 1 (Dr. Sahabudin Sidiq)
  2. Materi 2 (Dr. Arif Hidayat)

Seminar Hasil Program Pengabdian kepada Masyarakat Mono Tahun Pelaksanaan Tahun 2017

Dengan ini diberitahukan bahwa Direktorat Riset dan Pemberdayaan Masyarakat, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan, akan menyelenggarakan Seminar Hasil Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Mono Tahun Pelaksanaan Tahun. Seminar Hasil wajib diikuti oleh para pelaksana program Pengabdian kepada Masyarakat Mono Tahun Pelaksanaan Tahun 2017. Daftar nama peserta dan jadwal, terlampir.

Lokasi               : Yogyakarta
Hari/Tanggal   : Selasa – Rabu, 13 – 14 Maret 2018
Pembukaan     : Selasa, 13 Maret 2018, Pukul 09.00 WIB
Cek-in               : Selasa, 13 Maret 2018 Pukul 14.00 WIB
Cek-out             : Rabu, 14 Maret 2018 Pukul 12.00 WIB
Tempat             : Hotel Cavinton, Jl. Letjen Suprapto No.1 Ngampilan, Yogyakarta Tlp. 0274 – 6429988

Download File: