Langkah Kecil, Dampak Besar: Gerakan Pengelolaan Sampah oleh KKN UII

Pengelolaan Sampah Berbasis KKN Universitas Islam Indonesia merupakan pendekatan pengabdian masyarakat yang dikembangkan dari praktik kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia, dengan fokus pada pengelolaan sampah di tingkat desa. Model ini berangkat dari kondisi nyata di lapangan, di mana sebagian masyarakat masih mengelola sampah dengan cara dibakar atau dibuang tanpa pengolahan yang tepat, serta belum adanya sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan KKN, dilakukan identifikasi permasalahan secara langsung bersama perangkat desa dan masyarakat. Dari hasil observasi tersebut, ditemukan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berupa sosialisasi, tetapi juga penyediaan sarana sederhana yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat.

Pendekatan yang dilakukan dalam model ini mencakup beberapa bentuk kegiatan yang saling melengkapi. Salah satunya adalah pengolahan sampah organik melalui pembuatan pupuk kompos, termasuk pemanfaatan kotoran ternak sebagai bahan utama. Kotoran ternak dicampur dengan bahan tambahan seperti bekatul, dolomit, dan cairan aktivator, kemudian difermentasi selama kurang lebih 10–15 hari hingga menghasilkan kompos yang siap digunakan. Kompos yang dihasilkan memiliki ciri berwarna coklat kehitaman, tidak berbau menyengat, dan bertekstur remah menyerupai tanah.

Selain itu, dikembangkan juga sumur komposter (teba) sebagai solusi sederhana yang dapat digunakan masyarakat untuk mengelola sampah organik secara langsung di lingkungan sekitar. Pembuatan komposter ini dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh dan disesuaikan dengan kondisi lahan setempat.

Untuk penanganan sampah residu, digunakan teknologi sederhana berupa alat pembakaran sampah dengan pola oksidasi. Alat ini dirancang untuk membantu proses pembakaran yang lebih terkontrol dibandingkan metode pembakaran terbuka, sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Seluruh kegiatan tersebut tidak hanya berhenti pada tahap pelaksanaan, tetapi juga diupayakan agar dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN selesai melalui pemanfaatan langsung sarana dan praktik yang telah diterapkan.

Dari pelaksanaan program ini, terlihat adanya perubahan pada praktik pengelolaan sampah di masyarakat. Beberapa metode sederhana yang diperkenalkan mulai digunakan, dan masyarakat memiliki alternatif dalam menangani sampah selain dengan cara dibakar. Meskipun demikian, keberlanjutan program tetap bergantung pada keterlibatan masyarakat dan dukungan dari pemerintah desa.

Secara keseluruhan, Pengelolaan Sampah Berbasis KKN Universitas Islam Indonesia dalam konteks ini merupakan rangkaian praktik pengelolaan sampah berbasis pengalaman lapangan yang disusun secara sederhana dan aplikatif. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program pengabdian masyarakat yang lebih realistis dan berkelanjutan di lingkungan Universitas Islam Indonesia.