Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat - Universitas Islam Indonesia

quot.jpg
19 Desember 2014 : Workshop Hunting International Research Grant"
Workshop Kiat Strategi Mendapat Hibah Pengabdian Masyarakat DIKTI PDF Print
Kamis, 15 Maret 2012

Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Ditlitabmas Kemdikbud RI) melalui program pengabdian kepada masyarakat (PPM) dan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) memberikan peluang bagi dosen-dosen perguruan tinggi untuk mengikuti hibah yang ditawarkan. Untuk itu Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM UII) memfasilitasi dosen pada kegiatan Workshop Kiat dan Strategi Menyusun Proposal Pengabdian Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) DIKTI. Kami mengundang dosen UII untuk ikut serta dalam kegiatan tersebut yang akan dilaksanakan pada: 

Waktu dan Tempat

Selasa, 3 April 2012
Pukul 08.00-15.00 WIB
Ruang Sidang DPPM UII, Lt. 4 Komplek Masjid Ulil Albab
Jl. Kaliurang Km. 14,5 Yogyakarta

Narasumber

Dr. R. Wisnu Nur Cahyo, DVM (Reviewer DIKTI)
"Kiat dan strategi meyusun proposal Pengabdian Masyarakat dan KKN PPM DIKTI"

Khusniyah Purwani, SE., M.Si
(Penerima HIBAH DIKTI Ib-IKK "Syar'e Mart")

Sosialisasi Program Pengabdian Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Islam Indonesia (DPPM UII)

  1. Setya Winarno, ST., MT., Ph.D
    Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Sains dan Teknologi (PPST) DPPM UII
  2. Dr. Jaka Sriyana, SE., M.Si
    Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Sosial dan Humaniora (PPSH) DPPM UII
  3. Dra. Suhartini, M.Si
    Kepala Pusat Kuliah Kerja Nyata (PKKN) DPPM UII

 

HIBAH PENGABDIAN MASYARAKAT DIKTI

Ipteks bagi Masyarakat (IbM)

Program penerapan Ipteks difokuskan pada penerapan hasil-hasil Ipteks perguruan tinggi untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman ipteks masyarakat. Program ini dilaksanakan dalam bentuk pendidikan, pelatihan, dan pelayanan masyarakat, serta kaji tindak dari ipteks yang dihasilkan perguruan tinggi. Khalayak sasarannya adalah masyarakat luas, baik perorangan, kelompok, komunitas maupun lembaga, di perkotaan atau perdesaan. Program IbM berlangsung selama 1 (satu) tahun dan dibiayai sepenuhnya melalui DIPA DP2M Ditjen Dikti atau bersama Instansi lain. Dukungan dana DIPA DP2M Ditjen Dikti maksimum sebesar Rp 50.000.000,- Usulan program IbM harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya.

Program Ipteks bagi Bisnis Kampus (IbIKK)

Wujud IbIKK di perguruan tinggi dapat berupa badan usaha atau bermitra dengan industri lainnya dan dapat didirikan serta dikelola kelompok dosen sesuai dengan kompetensinya di level laboratorium, pilot plant, bengkel, jurusan/ departemen, fakultas/sekolah, UPT, pusat riset dan pengembangan atau lembaga lain yang berada di dalam perguruan tinggi tersebut. Pendanaan Program IbIKK bersumber dari DIPA DP2M Ditjen Dikti sebesar maksimum Rp. 100 (seratus) juta rupiah dan PT minimum sebesar Rp 25 (duapuluh lima) juta rupiah.Usulan IbIKK harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya.

Hibah Program Ipteks bagi Produk Ekspor (IbPE)

Program IbPE merupakan satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penerapan dan pengembangan hasil riset perguruan tinggi, berlangsung selama 3 (tiga) tahun. Persoalan yang ditangani meliputi seluruh aspek bisnis UKM sejak bahan baku sampai ke pemasaran produk. Demikian juga persoalan produksi dan manajemen perusahaan, menjadi bidang garapan wajib IbPE. Pendanaan Program IbPE berasal dari minimal 2 (dua) sumber, yaitu: 1) DIPA DP2M dan 2) UKM. Komposisi kedua sumber dana adalah flat selama 3 (tiga) tahun, yaitu masing-masing Rp 100 juta,- DIPA DP2M dan Rp 25 juta,- dana UKM. Usulan IbPE harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya.

Ipteks bagi Kewirausahaan (IbK)

Dalam upaya menciptakan wirausaha baru mandiri, program IbK dapat dilaksanakan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, menempatkan mahasiswa untuk melaksanakan magang pada perusahaan yang mapan dan memfasilitasi mahasiswa berwirausaha. Pelatihan dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kewirausahaan, mendorong tumbuhnya motivasi berwirausaha, meningkatkan pemahaman manajemen (organisasi, produksi, keuangan dan pemasaran) dan membuat rencana bisnis atau studi kelayakan usaha. Dana yang disediakan Dikti adalah maksimum Rp 100.000.000,-, dan PT yang bersangkutan minimal Rp 20 juta (dua puluh juta rupiah), flat selama tiga tahun.

Program Ipteks bagi Wilayah (IbW)

Program IbW juga dilatarbelakangi berbagai permasalahan yang eksis di masyarakat, antara lain: (1) ketidakmapanan sebagian besar masyarakat terhadap pembangunan kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat dalam era globalisasi; (2) Ipteks perguruan tinggi belum secara sengaja ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat; (3) potensi masyarakat maupun sumber daya alam lingkungannya belum termanfaatkan dengan baik dan arif, serta 4) penatakelolaan fisik kewilayahan yang belum proporsional dan profesional. Program IbW terdiri dari berbagai kegiatan selama 3 (tiga) tahun yang pelaksanaannya tidak perlu berturut-turut. atau dimulai pada tahun yang sama. Alokasi dana DIPA DP2M setiap tahunnya ditetapkan maksimum sebesar Rp. 100 (seratus) juta rupiah, dan dana Pemerintah Daerah minimum Rp. 100 (seratus) juta rupiah.  Usulan IbW harus telah diterima DP2M Ditjen Dikti paling lambat tanggal 31 Mei setiap tahunnya.

Disamping itu, masih ada hibah yang ditawarkan oleh DIRJEN DIKTI.

 
< Prev   Next >